Visi Misi dan Tujuan STF YPIB Cirebon

Visi

Visi Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon Adalah :

“Pada tahun 2028 menjadi Institusi yang memiliki keunggulan kompetitif dalam bidang Kesehatan di Tingkat Nasional”

Misi

Misi Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon adalah :
  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran secara profesional yang berorientasi pada keunggulan dalam bidang farmasi.
  2. Melaksanakan kajian melalui kegiatan penelitian (analisis dan uji mutu) untuk mengembangkan potensi kekayaan alam sebagai bahan obat-obatan.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian berdasarkan hasil penelitian yang tepat guna dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat
  4. Menyelenggarakan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam bidang ilmu farmasi baik didalam negeri maupun diluar negeri.
  5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik tenaga pendidik (dosen) maupun tenaga kependidikan (karyawan) untuk memberikan pelayanan yang profesional.
  6. Mengembangkan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

Tujuan

Tujuan Sekolah Tinggi Farmasi Yayasan pendidikan Imam Bonjol (STF YPIB) Cirebon adalah :
  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan profesional, sosial, dan komunikasi; serta pengalaman yang diperlukan dalam mengembangkan diri menjadi farmasis kompeten yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat ditingkat lokal, dan nasional.
  2. Menghasilkan produk penelitian (analisis dan uji mutu) dalam bidang pengembangan obat dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
  3. Menghasilkan kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dalam pelayanan kefarmasian yang berkualitas untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat
  4. Terwujudnya kemitraan dan jejaring kerjasama bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi serta bagi penyerapan lulusan didalam negeri maupun luar negeri
  5. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia, baik tenaga pendidik (dosen) maupun tenaga kependidikan (karyawan) untuk memberikan pelayanan yang profesional.
  6. Terpenuhinya sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.