Enter your keyword

post

STF YPIB Cetak Lulusan Siap Kerja

STF YPIB Cetak Lulusan Siap Kerja

CIREBON – Ratusan Mahasiswa STIKes-AKPER YPIB Majalengka dan Sekolah Tinggi Farmasi YPIB Cirebon diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka, di Aula Pertamina, Sabtu (29/8). Wisudawan terdiri 116 mahasiswa dari program DIII Kebidanan, 71 mahasiswa Akademi Perawat (Akper), 38 program S1 Keperawatan, 20 mahasiswa program profesi ners, dan 125 mahasiswa STF Cirebon.

Ketua Yayasan Pendidikan Imam Bonjol (YPIB) H Satmaja menghaturkan rasa terima kasih kepada pemerintah yang selama ini telah membantu kelancaran pendidikan. “Saya juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Yayasan Pendidikan Imam Bonjol,” ungkapnya.

Dirinya berpesan kepada wisudawan agar tetap ingat terhadap sumpah profesi yang telah diucapkan serta menjaga profesionalisme. “Jangan lupa terhadap almamater dan tetap bersilaturahmi,” tukasnya.

Dijelaskan dia, YPIB terus mengembangkan pendidikan terhadap tuntutan masyaraakat dan dunia kerja. “Oleh karennya, dibutuhkan lulusan yang tangguh, unggul dan kompetitif,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kopertais Wilayah IV, Direktur Rumah Sakit se-Ciayumajakuning, serta Walikota Cirebon. Bahkan, Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH didaulat untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih nilai tertinggi.

Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Menurutnya, pilihan menempuh pendidikan di dunia kesehatan sangatlah tepat. Karena bidang ini, sangat dibutuhkan tenaga-tenaga yang profesional. “Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada wisudawan yang telah menyelesaikan study. Semoga keberhasilan ini bisa memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia,” ucap Azis.

Ia juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran civitas akademik YPIB yang sudah menjadi bagian kontribusi langsung bidang farmasi. “Kebutuhan tenaga kerja farmasi akan sangat kompleks ini menjadi tantangan karena persaingan akan semakin tajam,” tuturnya.

Diharapkan Azis, para wisudawan tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, ini merupakan langkah awal yang berkesinambungan untuk meningkatkan potensi diri. “Harapan besar wisudawan bisa bersaing di dunia kerja. Karena itu, faktor terpenting adalah peningkatan kualiatas dan karakter mahasiswa. Hal ini akan membuat reputasi lembaga pendidikan semakin terangkat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang wisudawan, Asep Kurniawan mengatakan, wisuda merupakan hari kemerdekaan bagi para wisudawan setelah berjuang dan belajar selama empat atau lima tahun. “Merdeka karena kami dari yang tidak tahu apa-apa sampai menjadi tahu. Selama berjuang ini kami banyak dukungan dari segenap civitas akademika yang tidak segan memberi motivasi,” terangnya. (jml/opl)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.