Visi Program Studi Sarjana Farmasi STF YPIB Cirebon adalah :

“Pada Tahun 2023 Menjadi Program Studi Sarjana Farmasi yang Memiliki Keunggulan Kompetitif Dalam Bidang Farmasidi Tingkat Nasional.”

Misi yang diemban Program Studi Sarjana Farmasi di STF YPIB Cirebon dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi telah ditetapkan sebagai berikut :

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran secara profesional yang berorientasi pada keunggulan dalam bidang farmasi.
  2. Melaksanakan kajian melalui kegiatan penelitian untuk mengembangkan potensi kekayaan alam sebagai bahan obat-obatan.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian berdasarkan hasil penelitian yang  tepat  guna  dalam  pelayanan  dan  pemberdayaan masyarakat
  4. Menyelenggarakan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam bidang ilmu farmasi baik didalam negeri maupun diluar negeri.
  5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik tenaga pendidik (dosen) maupun tenaga kependidikan (karyawan) untuk memberikan pelayanan yang paripurna.
  6. Mengembangkan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

Tujuan Prodi Sarjana Farmasi

Berdasarkan pernyataan visi dan misi diatas, tujuan yang ingin dicapai Program Studi Sarjana Farmasi STF YPIB Cirebon dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah:

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan profesional, sosial, dan komunikasi; serta pengalaman yang diperlukan dalam mengembangkan diri menjadi farmasis kompeten yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat ditingkat lokal, dan nasional. 
  2. Menghasilkan produk penelitian dalam bidang pengembangan obat dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
  3. Menghasilkan kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dalam pelayanan kefarmasian yang berkualitas untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat
  4. Terwujudnya kemitraan dan jejaring kerjasama bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi serta bagi penyerapan lulusan didalam negeri maupun luar negeri
  5. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia, baik tenaga pendidik (dosen) maupun tenaga kependidikan (karyawan) untuk memberikan pelayanan yang profesional.
  6. Terpenuhinya sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.